Menu

Minggu, 28 Januari 2018

4.10 Melakukan komunikasi sinkron dan asinkron dalam jaringan

Membuat Laporan penelitian pada jaringan komputer

KOMP : …….
PEMERIKSAAN :
KOMP
KABEL
PING
TANDA KOMP DI TASKBAR
Simpulan
1
TERHUBUNG
TTL / TO
Bersih/tanda seru
KONEK
2



TIDAK KONEK
3










1.    KABEL LAN (UTP) (RJ45)  : ……………
2.    Cek koneksi internet :
a.     Dengan browser (buka browser dan membuka salah satu web) cth www.google.com
b.    Ping CMD (command prompt)
c.     Melihat langsung
-         Gbr komp (tanda silang) kabel nya tidk terhubung atau sedang disable
Solusinya : kabel dipasang ke Port LaN pada PC atau di Enable
-         Tanda Seru (warna kuning)
Sedang konek ke jaringan tapi tidak bisa internetan
Request Time Out (RTO)
General adapter failure (
Request ….
Destination Unreachable




~ Selamat Belajar ~

Selasa, 23 Januari 2018

SOAL LATIHAN UJIAN KKPI

Buka Soal 1

Buka Soal 2

Buka Soal 3


SOAL KE 4 DOWNLOAD


SOAL KE 5 DOWNLOAD

Etika kewargaan Digital

1.       TULISKAN AKUN-AKUN KAMU YANG ADA DI MEDIA SOSIAL
FACEBOOK :
INSTAGRAM :
WHATSAPP :
TWITTER :
2.       TULISLAH APA SAJA ETIKA KEWARGAAN DIGITAL (DALAM MENGGUNAKAN MEDSOS)
SEBUTKAN ETIKANYA !

3.       SETELAH MEMBACA ETIKA MENGGUNAKAN MEDSOS, APAKAH PENGGUNAAN AKUN KAMU SEHAT ATAU TIDAK SEHAT ?

Senin, 08 Januari 2018

Membuat barcode secara massal

Instal aja font berikut linknya
https://www.barcodesinc.com/free-barcode-font/

Software untuk membuat ebook

Daftar aplikasi gratis terbaik untuk cara mudah dalam membuat ebook. Aplikasi ini membantumu melakukan konversi format-format dokumen tertentu seperti DOCX, HTML, ePUB, PDF, DJVU, dan TXT ke macam-macam format eBook seperti ePUB, DOCX, MOBI, PDF, dan PRC. Ada juga yang menyediakan fitur untuk menambahkan cover untuk eBookmu, menambahkan ikon, menambahkan meta description (judul, penulis, deskripsi, dll.), daftar isi & lain-lain dalam eBookmu.
Hampir seluruh device yang dapat membaca eBook seperti Kindle, iPad/iPod, Android, NOOK, PC/Mac mendukung format eBook seperti ePUB, PDF, dan MOBI. Ketiganya adalah format eBook yang paling sering digunakan walaupun ada juga aplikasi pembaca format dokumen yang lain.

Aplikasi untuk Membuat eBook

1. Calibre

Cara Membuat Ebook Dengan Mudah Menggunakan Aplikasi Calibre

Calibre adalah pembuat eBook gratis dan multi-platform (Windows, Linux, iOS). Software pembuat eBook ini dilengkapi dengan hampir seluruh fitur lanjutan yang kamu butuhkan untuk membuat eBook sendiri.
Calibre mendukung konversi dari banyak format masukan (AZW, AZW3, AZW4, CBZ, CBR, CBC, CHM, DJVU, DOCX, EPUB, FB2, HTML, HTMLZ, LIT, LRF, MOBI, ODT, PDF, PRC, PDB, PML, RB, RTF, SNB, TCR, TXT, dan TXTZ) kemudian mengonversinya (format keluaran) menjadi format eBook populer seperti AZW3, EPUB, DOCX, FB2, HTMLZ, OEB, LIT, LRF, MOBI, PDB, PMLZ, RB, PDF, RTF, SNB, TCR, TXT, TXTZ, dan ZIP.

Pilih file masukan dari PC melalui opsi Add Books. Tambahkan metadata (author, title, description) pada eBookmu. Calibre juga memiliki fitur eBook cover creator; fitur untuk membuat cover eBook yang membantumu menambahkan gambar-gambar custom untuk dijadikan cover eBook.
Kamu juga dapat mengubah tampilan eBookmu, menambahkan daftar isi, mencari kata tertentu dan mengganti banyak kata-kata sekaligus. Buat eBookmu sendiri dengan berbagai format yang telah disebutkan diatas.
Setelah konversi selesai, kamu dapat menyimpan eBook pada PC atau langsung mengirimnya pada device tertentu apabila device tersebut konek dengan PC mu. Kamu juga dapat melakukan download, edit, dan mengubah preferensi eBook dengan software ini. Kamu tidak perlu mendownload software pembaca eBook karena Calibre sudah menyediakannya sekaligus.

2. Mobipocket Creator

mobipocket creator
Mobipocket Creator adalah software pembuat eBook serbaguna lainnya. Selain gratis, antarmuka software ini mudah dimengerti dan mudah dioperasikan. Kamu dapat membuat eBook baru dari awal atau import konten yang telah ditulis sebelumnya. Format inputan yang didukung adalah HTML, DOCX, TXT, dan PDF.
Setelah proses import selesai, kamu dapat menambahkan cover, daftar isi, deskripsi, tanggal terbit, dll pada eBook di bagian Metadata. Klik tombol Build (yang terletak pada bagian atas software) untuk memulai konversi eBook. eBook mu kemudian terkonversi dalam format PRC atau PRCX. Kamu juga dapat menerbitkan eBookmu secara langsung melalui Mobipocket Creator atau mengelola publikasi online-mu. Mobipocket Creator juga merupakan software eBook editor yang powerful.
Mobipocket Creator juga menyediakan template untuk membuat eBook seperti Photo Album, Date Book, Dictionary/Glossary, Quizzes, List, Generic Database, dll.

3. ePUBee Maker

epubee converter
ePUBee Maker adalah software keren untuk membuat eBook pada PC. Berupa add-in Microsoft Word yang sangat mudah dan efisien dalam penggunaan. Setelah instalasi, kamu dapat melihat add-in ini pada toolbar MS Word sebagai “ePUBee Maker”. Dengan bantuan tool ini, kamu dapat melakukan konversi file MS Word mu ke format ePUB dan PDF.
Setelah kamu menyelesaikan tulisanmu dan eBook siap untuk diterbitkan, klik pada tab “ePUBee Maker” dimana kamu akan menemukan opsi: Quick Publish, Publish, dan Save as PDF.
  • Quick Publish: Dengan cepat mengonversi Word ke ePUB tanpa menambahkan info tambahan terkait dengan eBook.
  • Publish: Sebelum konversi dokumen Word ke ePUB, add-in ini memintamu menambahkan cover eBook dan menambahkan meta description. Pada meta description kamu dapat menambahkan atribut seperti judul, penulis, bahasa, dan peran.
  • Save as PDF: Jika kamu ingin dokumenmu disimpan dalam format PDF, tool ini memungkinkanmu melakukannya. Cukup klik opsi Save as PDF untuk konversi format Word ke format PDF. 

4. Sigil

sigil
Sigil adalah software pembuat eBook gratisan yang multi platform (Windows dan iOS). Kamu dapat dengan mudah menambahkan info metadata pada file ePub dan HTML dengan bantuan software ini. Aplikasi ini juga memiliki fitur untuk menambahkan cover picture, daftar isi, dan indeks. Bisa juga menambahkan dan mengubah konten pada eBookmu.
Sigil juga memiliki fitur menarik lainnya yaitu spell checker. File masukan yang didukung adalah HTML dan ePUB, sedangkan file keluaran yang didukung hanya ePUB. Software ini menyediakan fasilitas untuk mengubah styling font, menambah audio, video, dan gambar pada eBookmu.
Menambahkan format teks seperti super script, subscript, strike-through, tabel, daftar, hyperlink, dan berbagai macam bentuk heading pada file mu. Sigil memungkinkanmu melihat file dengan mode normal dan mode code view. Setelah kamu selesai melakukan proses editing, simpan eBookmu dalam format ePUB.

5. MS Word To EPUB Converter

ms word to epub
MS Word To EPUB Converter mengonversi file MS Word (.DOC/.DOCX) ke format ePUB. Software ini adalah bentuk paling sederhana dari software pembuat eBook dimana kamu dapat membuat sendiri eBookmu, gratis. Software ini memiliki antarmuka sangat simpel dengan fungsi terbatas. Klik pada “Add Word file(s)” untuk memilih file dokumen MS Word dari PC. Pilih output folder dimana kamu ingin menyimpan eBookmu.
Mulai konversi dengan klik tombol “Start Converting” dan kamu langsung mendapat eBook dengan format ePUB dengan cepat. Software ini tidak punya fungsi lain selain konversi MS Word ke ePUB. Aplikasi  ini adalah versi demo, meskipun nyatanya kamu dapat melakukan konversi dokumen MS Word tanpa batasan. Versi full dari software ini memiliki tambahan fitur yang dapat melakukan seleksi semua file MS Word pada suatu folder.
Jadi…
Calibre adalah aplikasi eBook favorit DownloadSoftwareGratisan karena kaya fitur dan mudah digunakan. Kamu tidak perlu cemas mengenai jenis dokumen dari eBook yang sedang kamu buat/tulis.
Kamu dapat membuat eBook sendiri dari banyak format masukan (AZW, AZW3, AZW4, CBZ, CBR, CBC, CHM, DJVU, DOCX, EPUB, FB2, HTML, HTMLZ, LIT, LRF, MOBI, ODT, PDF, PRC, PDB, PML, RB, RTF, SNB, TCR, TXT, dan TXTZ) kemudian mengonversinya menjadi format eBook populer seperti EPUB, DOCX, HTML, MOBI, PDF, TXT, dll.
Kamu juga dapat menambahkan metadata yang mendetail pada eBookmu lewat Calibre. Calibre memungkinkanmu mengatur eBook yang telah diterbitkan/yang telah diunduh dan membaginya kepada yang lain. Calibre juga dilengkapi dengan fitur pembaca eBook yang menjadikannya nilai tambah.

Materi tentang Ebook

Pengertian Buku Digital(E-Book),Fungsi ,Tujuan Dan Contoh Jenis format pada Buku Digital,Maka saya akan membahas tentang Buku digital.Saya yakin para Reader sekalian banyak yang sudah tahu apa itu buku digital atau ebook,Tapi kadang dikalau di tanya oleh Orang lain sering kalut buat menjawabnya maka Selamat membaca.....

Pengertian EBook/Buku digital


Apa sih E-book itu???
Ebook adalah Bentuk digital dari buku cetak,terdiri dari berbagai macam informasi digital(bisa text,gambar,audio,video) yang dapat dibuka melalui komputer,tablet,smartphone,atau perangkat lainya.
Fungsi Ebook:

Berikut ini adalah beberapa fungsi Ebook menurut kami:
  1. Sebagai sarana pembelajaran.
  2. Untuk media pembalajaran.
  3. Untuk media bisnis.


Tujuan buku digital:

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari adanya E-book
  1. Memudahkan proses pembelajaran melalui edmodo.
  2. Memudahkan guru memberi tugas.
  3. Memudahkan untuk belajar kelompok via online bagi murid.
  4. Guru dapat memberi materi walau guru sedang tugas luar.
  5. Melakukan ujian via online lebih mudah karena edmodo gratis.

Fungsi dan tujuan buku digital:
Berikut ini adalah fungsi dan tujuan dari buku digital
  1. Berfungsi sebagai salah satu alternatif media belajar
  2. Karena buku digital dapat memuat konten multimedia didalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang menarik dan menyenangkan.
  3. Sebagai media berbagi informasi
  4. Buku digital dapat di sebarkan dengan mudah ,melalui media seperti website yang memberi kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif dengan membuat konten dalam bentuk digital.
  5. Melindungi informasi yang disampaikan
  6. Berbeda dari buku fisik yang dapat rusak atau basah,buku digital berupa data di komputer yang terlindungi dari masalah-masalah tersebut.Jika hilang pengguna bisa dengan mudah mencari pengganti baik di internet atau meminta ke pembuat buku.
  7. Mempermudah memahami proses memahami materi ajar
  8. Dalam erangkat lunak buku digital,guru dapat memberi catatan pada materi,mencari kata di materi,menampilkan file multimedia untuk memperkaya kontern buku.
9 alasan beralih ke buku digital

Berikut adalah alasan Untuk beralih dari buku biasa ke buku digital atau E-book:
  1. Biaya relatif murah,karena harga dari media penyimpanan semakin murah.
  2. Mudah untuk disimpan,tidak butuh ruang yang besar.
  3. Mudah untuk dibackup(copy dan paste).
  4. Mudah untuk di transfer(inter dan intranet),mobilitas tinggi.
  5. Mudah untuk dicari kembali(metode pencarian nama file,Jenis file,tanggal,dll).
  6. Bisa menggunakan level security/keamanan/pasword.
  7. Tidak khawatir terhadap rayap,basah,lembab,dan jamur.
  8. Siap untuk di reproduksi setiap saat.
  9. Go green! Ramah lingkungan.
Jenis Format Buku Digital

Berikut beberapa format yang tersedia untuk buku dalam format digital:
  1. AZW – Amazon World.
    Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang dengan dan kadang-kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management (DRM). DRM pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.

  2. EPUB – Electronic Publication.
    Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini adalah standar yang sedang berkembang. Spesifikasi untuk EPUB dapat ditemukan di situs web IDPF, Adobe, Barnes & Noble, dan Apple, masing-masing memiliki DRM mereka sendiri. Format tersebut tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya. Saat ini sudah ada versi terbaru yaitu ePub 3, tetapi belum digunakan secara luas.
  3. KF8 -Format Kindle Fire dari Amazon.
    Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm File Database (PDB) dengan Digital Right Management (DRM) milik Amazon.
  4. MOBI – Format MobiPocket.
    Ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, Rtf, dan Txt file ke format ini. Kindle menampilkan format mobipocket juga.
  5. PDB - Palm File Database.
    Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku digital berformat PalmDOC (AportisDoc) dan format eReader juga.
  6. PDF - Portable Document Format
    yang diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Dukungan perangkat lunak untuk format ini hampir mencakupi semua platform komputer dan perangkat genggam. Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat, yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil sesuai layar kecil. Beberapa aplikasi pembaca buku digital dapat menyusun ulang tampilan beberapa dokumen PDF, termasuk Sony PRS505, untuk mengakomodasi layar kecil.
  7. PRC - Palm Resource File,
    Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader atau alat baca AportisDoc.
  8. HTML - Hyper Text Markup Language
    adalah tulang punggung dari World Wide Web. Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini. Selain itu, beberapa pembaca e-book mendukung Cascading Style Sheets (CSS) yang pada dasarnya gaya utama panduan untuk halaman HTML.
  9. CHM - Compressed HTML,
    sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.
  10. XHTML -
    versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data epub.
  11. XML -
    tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.






    Ebook (buku elektronik)

    Jawablah pertanyaan berikut :
    • 1.       Apakah yang dimaksud dengan ebook ?
    • 2.       Apakah kamu punya ebook ?
    • 3.       Apa bedanya ebook dengan buku yang biasa kamu pegang dan baca biasanya ?
    • 4.       Bagaimana cara menggunakan ebook ?
    • 5.       Alat apa saja yang bisa kita gunakan untuk membaca ebook ?
    • 6.       Software apa saja yang digunakan untuk membaca ebook ?
    • 7.       Bagaimana cara membuat ebook ?
    • 8.       Software apa saja yang digunakan untuk membuat ebook ?


    Jumat, 05 Januari 2018

    Materi Email Client

    Untuk memudahkan dalam belajar, maka siswa sebaiknya membaca materi-materi berikut :
    1.       Carilah materi tentang Email Client
    2.       Carilah materi tentang Web Mail
    3.       Materi tentang Fitur-fitur dalam tampilan Email

    4.       Materi tentang setting konfigurasi SMTP dan POP3

    Untuk mendapatkan informasi tersebut Anda bisa melakukan searching dengan google atau menggunakan buku KKPI. 
    Jika sudah selesai, kemudian silahkan didownload dan dibaca. 
    Ringkaslah materi diatas dengan mencari hal-hal yang penting yang memiliki kecenderung menjadi soal atau pertanyaan dalam ujian maupun ulangan. 

    Selamat Membaca dan meringkas ...

    Selasa, 28 November 2017

    MATERI Jaringan WAN kelas XI

    Modul kelas XI TKJ : Menginstallasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas


    BAB 1
    PENDAHULUAN

    1.1       Prasyarat
    Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
    1.1.1.      Siswa telah mamapu melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis local (LAN) dengan baik.
    1.1.2.      Siswa telah mampu melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis text (Linux Debian)

    1.1.3.      Siswa telah mampu mengoperasikan perintah-perintah dasar dalam linux debian.

    1.2       Tujuan Pembelajaran
    1.2.1        Peserta diklat mampu menjelaskan tentang pengertian WAN dan karakteristiknya.
    1.2.2        Peserta diklat mampu menjelaskan perangkat-perangkat yang digunakan dalam Jaringan WAN.
    1.2.3        Peserta diklat dapat melaksanakan penginstalan jaringan Berbasis Luas (WAN) sesuai dengan prosedur.










    BAB 2
    KEGIATAN BELAJAR

    2.1       Kegiatan Belajar 1 : Pengenalan Jaringan Berbasis Luas (WAN)
    2.1.1   Pengertian Jaringan Berbasis Luas (WAN)
    Jaringan WAN adalah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan yang berada di suatu area geografik yang besar. Layanan WAN terfokus beroperasi pada layer Physical dan Data Link pada model OSI layer. Jaringan WAN biasanya selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti perusahaan layanan telepon.
    Lembaga-lembaga yang menanganai standarisasi jaringan WAN diantaranya :
    a.       International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T)
    b.      Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
    c.       International Prganization for Standardization (ISO)
    d.      International Engineering sTask Force (IETF)
    e.       Electronics Industries Association (EIA)

    2.1.2   Isitilah-Istilah Dalam Jaringan WAN
    Untuk memahami jaringan WAN lebih lanjut, ada beberapa istilah yang harus dipahami dalam jaringan WAN yaitu :
    a.       CPE (Customer Premises Equipment), adalah perlengkapan millik pelangngan, yaitu perlengkapan / peralatan yang dimiliki oleh pelanggan dan berada di lokasi pelanggan.
    b.      Demarcation Point, (titik demarkasi) yaitu titik di mana tanggung jawab service provider berakhir dan CPE dimulai, yang biasanya berupa sebuah jack yang memiliki sebuah konektor female RJ-45, dan biasanya juga berupa perangkat CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit) berupa modem dan sejenisnya.
    c.       Local Loop, ialah jalur yang menggubungkan Demarcation Point denganswitching office terdekat, yang disebut central office
    d.      Central Office, ialah titik yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan switching dari service provider.
    e.       CSU/DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit) adalah alat dalam WAN yang digunakan untuk mengkonversi sinyal digital CPE menjadi apa yang dimengerti oleh switch di provider. CSU/DSU biasanya sebuah alat yang terhubung ke sebuah jack RJ-45 yang disebut sebagai titik demarkasi. Biasanya berupa modem
    f.       DTE (Data Terminal Equipment) adalah semua alat yang berlokasi disisi user dari sebuah interface user-network yang bertindak sebagai sebuah destinasi, sumber atau keduanya. DTE meliputi alat-alat seperti multiplexer, router, penerjemah protocol, dan komputer. Koneksi ke sebuah network remote dilakukan melalui DCE (Data communication equipment) seperti modem.
    g.      DCE (Data communication equipment) adalah mekanisme dan link dari sebuah network komunikasi yang menyusun bagian network dari interface user ke network seperti modem.
    Ide dibalik WAN adalah mampu menghubungkan dua buah network DTE melalui sebuah network DCE. Network DCE termasuk CSU/DSU, melalui pengkabelan dan switch disisi provider dan kemudian diteruskan ke CSU/DSU yang lain. Perhatikan gambar diagram jaringan WAN berikut ini.     







     




















    Gambar 2.1 Diagram jaringan WAN

    2.1.3   Jenis-Jenis Koneksi Jaringan WAN
    Jenis-jenis koneksi dalam WAN berbeda dengan jenis konoksi dalam LAN, jika dalam LAN kita mengenal 2 jenis koneksi jaringan yaitu client-server dan peer to peer, maka jenis-jensi koneksi dalam WAN adalah sebagai berikut :
    a.       Leased Line disebut juga point-to-point atau dedicated connections(koneksi yang disediakan khusus untuk pelanggan dimana bandwithnya khusus untuk pelanggan itu saja). Sebuah Leassed Line adalah sebuah jalur komunikasi WAN dari CPE yang telah ditetapkan sebelumnya oleh service provider melalui switch DCE menuju CPE di lokasi remote yang memungkinkan jaringan-jaringan DTE berkomunikasi setiap saat dengan tanpa melalui prosedur setup terlebih dahulu sebelum melakukan transmisi data.
    Jenis koneksi ini memberikan koneksi secara terus menerus setiap saat dan dapat digunakan kapanpun, tentunya dengan biaya yang lebih mahal.
    b.      Circuit Switching adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti melakukan panggilan telepon.
    Jenis koneksi ini memiliki kemampuan untuk memberikan koneksi secara terus menerus, namun hanya untuk sementara waktu saja atau selama Anda ingin melakukan komunikasi saja. Tentunya hal ini akan menghemat biaya.
    c.       Packet Swicthing adalah sebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi data dalam paket-paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network untuk berbagi kanal komunikasi yang sama secara serentak. Keuntungannya kita dapat berbagi bandwith dengan sesame pengguna untuk menghemat biaya. Packet Switching dapat dianggap sebagai sebuah leased line tetapi dengan harga circuit switching. Kekurangannya adalah Packet Swicthing hanya berjalan dengan baik jika transfer data tidak bersifat kontinu atau hanya diperlukan sewaktu-waktu.

    2.1.4   Protokol-Protokol Jaringan WAN
    Protokol-protokol dalam WAN merupakan protocol dalam teknologi WAN yang bekerja pada layer physical dan data link pada model OSI 7 layer, diantaranya :
    a.       HDLC (High level data link control) dikembangkan oleh Synchrounous data link control (SDLC) yang diciptakan oleh IBM sebagai sebuah protocol koneksi di layer data link (dalam OSI 7 layer). Header HDLC tidak membawa identifikasi jenis protocol yang dibawa dalam enkapsulasi HDLC. Karena itu setiap vendor yang menggunakan HDLC memiliki cara mereka sendiri dalam melakukan identifikasi protocol layer network yang berarti setiap HDLC yang dimiliki sebuah vendor bersifat proprietary (artinya hanya dapat dipakai untuk perelengkapan buatan mereka sendiri)
    b.      PPP (Point-to-point) adalah protocol standart industry, karena semua versi multiprotocol HDLC bersifat proprietary, maka PPP dapat digunakan untuk menciptakan koneksi point-to-point antara perlengkapan dari vendor-vendor yang berbeda. PPP mengizinkan autentikasi dan koneksi multilink dan dapat berjalan melalui link yang asynchrounous dan synchrounous. PPP merupakan protocol paling umum digunakan untuk akses internet dial up.
    c.       Frame Relay adalah sebuah protocol enkapsulasi layer data link dengan usaha terbaik dan akses yang dibagi (shared access) dan merupakan sebuah standart industry yang melayani beberapa rangkaian virtual dan protocol diantara mekanisme yang berhubungan. Diciptakan sebagai pengganti dari protocol X.25
    d.      ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui sambungan telephone yang ada. ISDN lebih cepat daripada sambungan dial up.
    e.       LAPB (Link Access Procedure, Balanced) adalah sebuah protocol connection oriented pada layer data link untuk digunakan pada protocol X.25
    f.       ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah protocol yang diciptakan untuk lalu lintas data yang sensitive terhadap waktu, menyediakan transmisi suara, video dan data secara serentak. ATM menggunakan cell yang panjangnya 53 byte.



    2.1.5   Karakteristik Jaringan Berbasis Luas (WAN) 
    Sebuah jaringan berbasis luas (WAN) mempunyai beberapa karakteristik penting yang membedakannya dengan LAN. Adapun Karakteristik penting tersebut antara lain :
    a.    Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas bahkan seluruh dunia (internet)
    b.    Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
    c.    Didesain untuk bekerja selama 24 jam secara terus menerus.

    2.1.6   Perbandingan antara Jaringan Berbasis Luas (WAN) dengan Jaringan LAN.
    Secara garis besar perbandingan antara LAN dan WAN dapat dilihat pada tabel berikut ini.  
    NO
    ASPEK
    LAN
    WAN
    1
    Jangkuan
    Lokal / Sempit
    Lebih Luas
    2
    Bandwith
    Lebih Besar
    Lebih Kecil
    3
    Insfrastruktur
    Dimiliki sendiri
    Sewa dari provider
    4
    Teknologi
    Ethernet, 
    PPP, HDLC, Frame Relay,ISDN, ATM
    5
    Jenis Koneksi
    Client Server, Peer to Peer
    Leassed Line, Circuit Switching, Packet Swicthing
    6
    Layanan
    Sewaktu-waktu
    Terus menerus 24 jam

    Tabel 2.1 Perbandingan LAN dan WAN








    2.2       Kegiatan Belajar 2 : Pengenalan Perangkat Jaringan Berbasis Luas (WAN)
    2.2.1   Pengenalan Modem
    a.      Pengertian Modem
    Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulatormerupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Jadi Modem adalah perangkat yang dapat merubah sinyal informasi digital menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui media komunikasi seperti kabel telepon atau sinyal komunikasi selular (Handphone).
    Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal.  Sinyal digital ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk ditransmisikan.  Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi. Pada istilah jaringan WAN modem disebut perangkat CSU/DSU

    b.      Jenis-Jenis Modem
    Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu :
    1.       Modem internal, yaitu modem yang terpasang langsung pada computer pada slot expansi berupa slot AMR dan PCI (untuk PC Desktop), dan slot PCMCIA (untuk Laptop)
    2.       Modem Eksternal, yaitu modem tambahan yang terpasang diluar computer, biasanya terhubung melalui port USB (seperti modem GSM), atau Port RJ-45 (seperti modem ADSL).



    Jenis-jenis modem berdasarkan media koneksinya, yaitu :
    1.       Modem ISDN, yaitu jenis modem yang menggunakan layanan ISDN (Integrated Services Digital Network).
     








    Gambar 2.2 Modem ISDN Athera NT1 2000
    2.       Modem GSM, yaitu modem yang menggunakan frekuensi GSM 900 Mhz. Biasanya menggunakan port USB untuk terkoneksi dengan komputer
     












    Gambar 2.3 Modem GSM
    3.       Modem Analog, yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Biasanya modem ini terpasang langsung pada motherboard pada laptop atau dipasanga melalui slot PCI / AMR pada komputer desktop. Jenis layanan yang cukup terkenal adalan telkomnet instan
    Gambar 2.4 Modem analog
    4.       Modem ADSL, yaitu modem yang menggunakan layanan ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. seperti layanan Telkom Speedy.
     








    Gambar2.5 Modem ADSL
    5.       Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel.
    6.       Modem CDMA yaitu modem yang menggunakan frekuensi CDMA 800 MHz atau CDMA 1x. Dan yang terbaru menggunakan frekuensi EVDO Rev-A (setara dengan 3G) dan teknologi CDMA terbaru adalah EVDO Rev-B.

    2.2.2   Pengenalan Router
    a.      Pengertian Router
    Router adalah perangkat jaringan yang menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lainnya. Disamping itu router juga dapat menentukan jalur yang paling efektif untuk dilewati sebuah paket dalam suatu jaringan.Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol manajemen dan fleksibilitas.
    Router memiliki fungsi utama yaitu sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan untuk selanjutnya meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Dalam hal ini router berfungsi sebagai penghubung antara Jaringan Lokal (LAN) dengan Jaringan berbasis luas (WAN).

    b.      Jenis-jenis Router
    Secara fisik router terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
    1.      Router Hardware, adalah hardware yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contohnya router buatan pabrik seperti cisco, Routerboard, D-Link, TP-Link, Dll.
    2.      Router PC, yaitu PC dengan system operasi yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router. Contoh system operasi yang dapat digunakan adalah semua jenis sistem operasi server seperti Windows Server, Linux Server, Mikrotik,  Dll.
    3.      Router Aplikasi, yaitu aplikasi yang dapat diinstall pada system operasi sehingga system operasi tersebut akan memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contoh aplikasinya adalah WinRoute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy.

    c.       Cara Kerja Router
    Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.
    Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

    2.3   Kegiatan Belajar 3 : Installasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas (WAN)
    2.3.1   Topologi Jaringan (Gambar Topologi dan Rancangan IP Address)
    Untuk memudahkan memahami pengertian WAN dan LAN maka dapat disimpulkan WAN adalah jaringan internet dan LAN adalah jaringan lokal yang kita bangun. Sehingga menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (WAN) dapat diartikan dengan bagaimana menginstalasi sebuah jaringan LAN agar dapat terhubung dengan jaringan WAN (Internet).
    Untuk mendapatkan koneksi ke jaringan internet maka kita harus terdaftar pada salah satu perusahaan penyedia jasa layanan Internet (ISP, Internet Service Provider) kemudian kita akan menggunakan perangkat CSU/DSU yang sesuai dengan ISP tersebut.



    Contoh perusahan ISP Nasional diataranya :
    NO
    ISP
    PRODUK
    PERANGKAT CSU/DSU
    1
    Telkom
    Telkom Speedy, Telkom Flexy, Telkom Astinet dll
    Modem ADSL, Modem CDMA
    2
    Indosat IM3
    IM3 Broom
    Modem GSM
    3
    XL
    XL Internet
    Modem GSM
    4
    Telkomsel
    Telkomsel Flash
    Modem GSM
    5
    Lintas Arta
    Dedicated Connection
    Menyesuaikan
    6
    Indosat M2
    Dedicated Connection
    Menyesuaikan

    Tabel 2.2 Contoh ISP Nasional
    Untuk perusahaan ISP lokal lampung seperti NusaNet, Prima Net, ChipNet dll. Topologi jaringan yang akan kita praktekkan dapat digambarkan sebagai berikut
     

     












    Gambar 2.6 Contoh Topologi jaringan WAN
    Keterangan :
    a.       IP Address untuk PC A, PC B, PC C serta Node D pada interface router hak seorang administrator untuk menentukannya, biasanya menyesuaikan dengan jumlah host yang dibutuhkan.
    b.      IP Address untuk Node E pada interface router harus mengikuti yang diberikan ISP karena titik tersebut menjadi Dermacation Point dari ISP yang bersangkutan.
    c.       Contoh ini menggunakan jenis koneksi WAN leased line (dedicated connection)
    d.      Contoh perancangan IP Address sebagai berikut (misalnya seorang administrator memiliki 20 host)
    Node E / Interface pada router
    IP address       : 172.16.16.17/28
    Gateway          : 172.16.16.30/28
    DNS                : 192.168.202.30
    Sesuai ISP
    Node D / Interface pada router
    IP address       : 192.168.10.1/27
    Gateway          : -
    DNS                : 192.168.202.30
    Sesuai kebutuhan host

    PC A / LAN pada client A
    IP address       : 192.168.10.2/27
    Gateway          : 192.168.10.1/27
    DNS                : 192.168.202.30

    PC B / LAN pada client B
    IP address       : 192.168.10.3/27
    Gateway          : 192.168.10.1/27
    DNS                : 192.168.202.30

    PC A / LAN pada client C
    IP address       : 192.168.10.4/27
    Gateway          : 192.168.10.1/27
    DNS                : 192.168.202.30


    (selengkapnya lihat materi subnetting)
      
    2.3.2   Installasi Router Menggunakan Routerboard Mikrotik
    Pada praktek ini akan menggunakan Routerboard Mikrotik RB750 dengan spesifikasi memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor Atheros 400MHz.  dan sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V.



     








    Gambar2.7 Routerboard mikrotik RB750

    Secara garis besar tahapan-tahapan dalam mengerjakan praktek ini adalah sebagai berikut :
    a.         Siapkan topologi / gambar jaringan yang akan dibangun dan rancangan IP Address yang akan digunakan.
    b.        Siapkan dan susun peralatan sesuai dengan topologi / gambar yang akan dibangun.
    c.         Pastikan semua perangkat sudah berjalan dengan baik (on) termasuk sistem operasi dan driver. Terutama driver LAN Card pada PC
    d.        Konfigurasi IP Address pada masing-masing node sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan
    e.         Tes ping dari masing-masing node dan pastikan sudah terhubung dengan baik
    f.         Konfigurasi Netwotk Address Translation (NAT) pada router agar router mampu membungkus packet data dari LAN agar dapat dikirim melalui WAN.
    Pastikan tahap a b c sudah dikerjakan dengan benar kemudian ikuti langkah-langkah berikut untuk tahap berikutnya (d e f).



    Konfigurasi IP Address pada router board mikrotik
    a.         Konfigurasi ini dilakukan melalui PC Klien (OS Windows) dan menggunakan program Winbox
    b.        Jalankan program winbox, klik icon    agar program winbox melakukan searching router mikrotik.
     











    Gambar 2.8 Tampilan memulai winbox
    c.         Kemudian klik pada Alamat MAC Address dari Router tersebut (untuk melakukan seleksi) kemudian ketik username admin, password dikosongkan kemudian klik Connect
     











    Gambar 2.9 Tampilan aplikasi Winbox
    Konfigurasi ini adalah konfigurasi default. Untuk kembali pada konfigurasi ini dapat dilakukan dengan menekan tombol reset.
    d.      Maka akan tampil halaman konfigurasi mikrotik sebagai berikut
     













    Gambar2.10  Tampilan utama halaman konfigurasi winbox

    e.         Sebelum melakukan konfigurasi IP Address, terlebih dahulu harus diketahui interface mana saja yang kita gunakan sesuai topologi yang kita bangun. Dalam hal ini interface untuk koneksi ke WAN menggunakan either1 (Node E) sedangkan interface untuk koneksi ke LAN menggunakan either2 (Node D). (Dalam mikrotik NIC dikenal dengan nama either) kemudian diberi nomor urut mulai dari 1 sampai sejumlah port yang dimiliki.






    f.         Untuk melakukan konfigurasi IP Address pada either1 (Node E), klik menu IP kemudian klik Addresses, kemudian klik ikon
     













    Gambar 2.11 Tampilan konfigurasi IP Address Mikrotik
    g.        Kemudian masukkan Alamat IP Address 172.16.16.17/28, pastikan Interface benar dan klik Apply, maka kolol network akan terisi secara otomatis, kemudian klik OK.
    h.        Lakukan langkah yang sama (f, g) untuk melakukan konfigurasi IP Address pada either2 (Node D), sehingga hasilnya sebagai berikut.
     








    Gambar 2.12 Hasil konfigurasi IP Address di Mikrotik


    i.          Kemudian Konfigurasi IP Address pada komputer klien (PC Klien A) (OS Windows 7 / Menyesuaikan)











    Gambar 2.13 Tampilan konfigurasi IP Address Windows 7

    j.          Lakukan langkah yang sama untuk klien yang lain. Kemudian lakukan pengujian dengan perintah ping dari klien ke router dan sebaliknya dan pastikan hasilnya berjalan dengan baik.
    Dari klien ke router








    Gambar 2.14 Hasil ping dari klien ke router


    Dari router ke klien (Klik menu Tools kemudian klik Ping)











    Gambar 2.15 Ping dari router ke klien

    Dari router ke Gateway (172.16.16.30)










    Gambar 2.16 Ping dari router ke gateway




    Konfigurasi Gateway dan DNS pada router
    a.         Untuk konfigurasi gateway pada router mikrotik klik menu IP kemudian pilih Routes, kemudian klik icon          untuk add.









    Gambar 2.17 Konfigurasi gateway pada mikrotik

    b.        Kemudian isikan Dst. Address 0.0.0.0/0 dan Gateway 172.16.16.30 kemudian klik Apply dan OK.
    c.         Untuk konfigurasi DNS klik menu IP kemudian pilih DNS, kemudian klik Setting.
     











    Gambar 2.18 Konfigurasi DNS pada mikrotik

    d.        Kemudian masukkan alamat DNS 192.168.202.23 kemudian klik Apply kemudian OK
    e.         Untuk mengujinya bisa kita gunakan perintah ping ke sebuah alamat internet misalnya google.com










    Gambar 2.19 Ping dari router ke google.com

    Dengan demikian maka router sudah terkoneksi dengan jaringan internet (WAN).
    Untuk konfigurasi gateway dan DNS pada klien sudah bersamaan dengan konfigurasi IP Address

    Konfigurasi NAT (Network Address Translation) pada router
    Konfigurasi ini bertujuan agar packet yang menuju WAN (internet) dari network LAN dapat dikirim ke network WAN (Internet). Misalkan PC Klien A (Alamat IP 192.168.10.2) melakukan permintaan ke google.com (WAN / Internet) maka ketika sampai pada router IP Asal (192.168.10.2) akan di translate menjadi IP either1 (172.16.16.17 / yang sudah bisa mengirim permintaan ke WAN/Internet) sehingga google.com mengetahuinya adalah permintaan dari IP 172.16.16.17 bukan permintaan dari 192.168.10.2. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
    a.         Klik menu IP kemudian pilih firewall kemudian klik tab menu NAT, kemudian klik ikon         untuk menambahkan.
     













    Gambar 2.20 Konfigurasi NAT pada mikrotik
    b.        Pada tab menu general, pada kolom chain pilih srcnat, pada kolom Out. Interface pilih either1 (yaitu interface yang digunakan untuk koneksi ke WAN/internet. Kemudian klik tab menu Action.
     









    Gambar 2.21 Konfigurasi NAT pada mikrotik

    c.         Pada kolom Action pilih Masquerade kemudian klik Apply kemudian OK.
    d.        Untuk mengujinya, dapat dilakukan perintah ping ke alamat internet / WAN dari klien ataupun tes dengan browsing.
    Ping ke google.com dari klien








    Gambar 2.22 Ping dari klien ke google.com

    Tes browsing ke yahoo.com
     











    Gambar 2.23 Tes dengan browsing

    Sampai disini berarti kita telah berhasil menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke jaringan WAN (internet).


    2.3.3   Installasi Router Menggunakan Linux Debian
    Sebelum melakukan instalasi router dengan router PC menggunakan OS linux debian, pastikan OS linux debian sudah terisntall dengan benar dan terdapat minimal 2 buah NIC / LAN Card (1 untuk interface koneksi ke WAN dan 1 untuk interface koneksi ke LAN) dan untuk melakukan konfigurasi pastikan login sebagai root.
    Secara garis besar tahapannya sama dengan instalasi menggunakan routerboard mikrotik.
    Konfigurasi IP Address pada linux debian
    a.         Sebelum melakukan konfigurasi IP Address, pastikan 2 buah LAN Card sudah terpasang dan dikenali oleh system dengan baik. Ketik perintah#ifconfig –a untuk melihatnya
     







    Gambar 2.24 Menampilkan 2 interface di linux
    b.        Pastikan 2 buah NIC / LAN Card telah terdeteksi dengan baik, dalam hal ini adalah eth0 dan eth1. Kita juga harus mengalokasikan eth mana yang akan kita gunakan untuk koneksi WAN dan eth mana yang akan kita gunakan untuk koneksi LAN. Dalam hal ini kita alokasikan eth0 untuk interface koneksi ke WAN (Node E) dan eth1 untuk untuk koneksi ke LAN (Node D). Dalam linux NIC dikenali dengan nama eth kemudian diikuti angka dimulai dari 0 sampai sejmlah NIC yang dimiliki.
    c.         Untuk melakukan konfigurasi IP Address, buka file interfaces dengan perintah #pico /etc/network/interfaces kemudian tambahkan script sebagai berikut











    Gambar 2.25 Script konfigurasi IP Address di Linux
    Penjelasan Script
    auto eth0                           :  Menentukan interface / NIC agar aktif secara otomatis ketika booting
    iface eth0                         :  Menentukan interface / NIC yang akan dikonfigurasi
    inet static                       :  Menentukan metode konfigurasi interface / NIC. Ada 2 yaitu static (dituliskan secara manual) dan dhcp (otomatis melalui server DHCP)
    address 172.16.16.17   :  Menentukan IP Address / alamat host
    netmask 255.255.255.240  :  Menentukan netmask
    gateway 172.16.16.30        :  Menentukan alamat default gateway
    d.        Untuk keluar dan menyimpan file konfigurasi tersebut ketik Ctrl + Xkemudian tekan Y dan tekan Enter.
    e.         Kemudian restart service network dengan mengetikkan perintah#/etc/init.d/networking restart dan pastikan tidak menemui tampilan error






    Gambar 2.26 Tampilan restart service networking
    f.         Kemudian ketik perintah #ifconfig untuk melihat konfigurasi yang kita masukkan









    Gambar 2.27 Tampilan hasil konfigurasi IP Address
    k.        Kemudian Konfigurasi IP Address pada komputer klien (PC Klien A) (OS Windows 7 / Menyesuaikan)











    Gambar 2.28 Konfihurasi IP Address Windows 7
    l.          Lakukan langkah yang sama untuk klien yang lain. Kemudian lakukan pengujian dengan perintah ping dari klien ke router dan sebaliknya dan pastikan hasilnya berjalan dengan baik.
    Dari klien ke router








    Gambar 2.29 Ping dari klien ke router PC

    Dari router ke klien





    Gambar 2.30. Ping dar router pc ke klien

    Dari router ke Gateway (172.16.16.30)




    Gambar 2.31 Ping dari router pc ke gateway
    g.        Selanjutnya konfgurasi DNS pada router dengan membuka file resolv.conf dengan perintah #pico /etc/resolv.conf kemudian ketik script berikut dan jangan lupa simpan file tersebut.


    Gambar 2.32 Script konfigurasi DNS di linux
    Penjelasan script
    nameserver 192.168.202.23    :    Menentukan DNS yang digunakan
    h.        Kemudian uji dengan ping ke salah satu alamat di internet, misalnya facebook.com





    Gambar 2.33 Ping dari ruter PC ke internet
    Dengan demikian maka router sudah terhubung ke jaringan internet (WAN)
    i.          Kemudian aktifkan fungsi forward, agar router dapat melewatkan packet dari eth1 (LAN) ke eth0 (WAN) atau sebaliknya, dengan membuka file sysctl.conf dengan perintah #pico /etc/sysctl.conf. Perintah ini diperlukan karena memang PC secara default tidak menjalankan fungsi router, berbeda dengan router hardware yang memang sudah didesain sebagai router sehingga secara otomatis fungsi forward sudah diaktifkan















    Gambar 2.34 Mengaktifkan fungsi router pada PC
    j.          Untuk mengaktifkan fungsi forward, hilangkan tanda # (pagar) pada baris script net.ipv4.ip_forward=1 kemudian simpan file tersebut.
    k.        Terakhir kita setting NAT (Network Address Translation) dengan mengetikkan perintah berikut #iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE pada console linux.




    Gambar 2.35 Script konfigurasi NAT pada linux








    l.          Agar perintah tersebut tidak hilang saat komputer dimatikan, maka ketikkan script tersebut pada file rc.local, buka file rc.local dengan perintah #pico /etc/rc.local




     







    Gambar 2.36 Memasukkan perintah iptables pada rc.local
    Penjelasan script
    iptables –t nat –F
    Untuk membersihkan perintah iptables yang sudah dimasukkan, tujuaanya agar tidak terjadi penumupukan perintah yang sama ketika dijalankan saat booting
    iptables –t nat –A POSTROUTING
    Untuk menentukan letak perintah iptables pada tabel nat dan kolom postrouting
    -o eth0
    Menentukan interface yang digunakan untuk output (keluar) menuju jaringan WAN / Internet
    -j MASQUERADE
    Menentukan action dari packet yang keluar tersebut, yaitu masquerade
    m.      Kemudian restart PC Router dengan perintah reboot untuk mengaktifkan semua konfigurasi yang telah dimasukkan, terutama ip forward yang tidak akan berfungsi sebelum komputer di restart. Ketik perintah #reboot dan amati proses booting serta pastikan tidak ada tampilan error.
    n.      Untuk mengujinya, dapat dilakukan perintah ping ke alamat internet / WAN dari klien ataupun tes dengan browsing.
    Ping ke yahoo.com dari klien








    Gambar 2.37 Ping dari klien ke yahoo.com
    Tes browsing ke facebook.com
    Gambar 2.38  Tes dengan browsing

    Sampai disini berarti kita telah berhasil menghubungkan jaringan lokal (LAN) ke jaringan WAN (internet).
    2.4   Rangkuman
    Jaringan WAN adalah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan yang berada di suatu area geografik yang besar. Secara mudah dapat diartikan jaringan WAN adalah jaringan dunia / internet. Jadi dapat disimpulkan pada modul ini adalah bagaimana mengkonfigurasi sebuah jaringan local (LAN) agar dapat terkoneksi dengan jaringan WAN (Internet)
    Perbandingan jaringan WAN dan LAN dapat dilihat pada tabel berikut ini
    NO
    ASPEK
    LAN
    WAN
    1
    Jangkuan
    Lokal / Sempit
    Lebih Luas
    2
    Bandwith
    Lebih Besar
    Lebih Kecil
    3
    Insfrastruktur
    Dimiliki sendiri
    Sewa dari provider
    4
    Teknologi
    Ethernet, 
    PPP, HDLC, Frame Relay,ISDN, ATM
    5
    Jenis Koneksi
    Client Server, Peer to Peer
    Leassed Line, Circuit Switching, Packet Swicthing
    6
    Layanan
    Sewaktu-waktu
    Terus menerus 24 jam

    Tabel 2.3 Perbandingan LAN dan WAN
    Untuk menghubungkan jaringan LAN ke jaringan WAN diperlukan sebuah perangkat modem dan router, untuk modem konfigurasinya menjadi tanggung jawab dari ISP yang bersangkutan dan setiap modem memiliki karakteristik yang berbeda tergantung merk dan type serta jenisnya.
    Dalam modul ini yang kita praktekkan adalah pada konfigurasi rouer yang menggunakan 2 jenis router yakni router hardware / dedicated (routerboard mikrotik RB750) dan router yang dibuat mengguanakan PC dengan sistem operasi linux debian lenny




    BAB 3
    EVALUASI

    3.1.     Tes Teori
    Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar !
    1.      Jelaskan pengertian jaringan berbasis luas (WAN) !
    2.      Jelaskan istilah-istilah dalam jaringan WAN berikut !
    a.       CPE
    b.      DTE
    c.       Dermacation Point
    3.      Jelaskan pengertian jenis koneksi circuit switching dalam jaringan WAN !
    4.      Sebutkan 3 protkol jaringan WAN !
    5.      Sebutkan 2 jaringan WAN serta jelaskan fungsinya !

    3.2.     Tes Praktek
    Kerjakan tugas berikut ini !
    Buatlah sebuah jaringan LAN dan koneksikan jaringan LAN tersebut dengan jaringan WAN (internet) dengan menggunaka router (PC/Hardware). Gunakan job sheet yang disediakan sebagai panduan dalam mengerjakan praktek ini !









    BAB 4
    PENUTUP

    Demikian modul pemelajaran mengistalasi perangkat jaringan berbasis luas (WAN). Materi yang telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi siswa. Diharapkan siswa memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik mengistalasi perangkat jaringan berbasis luas (WAN) yang lebih jauh terutama dengan beragamnya jenis router dan modem yang ada serta layanan dari ISP yang semakin beraneka ragam, yang mana masing-masing vendor dan ISP memiliki karakteristik masing-masing dalam memproduksi produknya.  Sehingga pada akhirnya siswa dapat melakukan tindakan pengisolasian permasalahan yang terjadi pada jaringan lokal atau berbasis luas (WAN).

    Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, siswa dapat dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kedudukan modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.