Menu

Tampilkan postingan dengan label Mikrotik (Professional). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik (Professional). Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2018

Belajar berbagai tutorial Mikrotik dan melaporkan hasilnya

Materi kali ini siswa saya, saya berikan tugas secara berkelompok untuk melatih kemampuan mencari pengetahuan dan menerapkan, kemudian mempraktekan, jika salah berganti dengan tutorial lain hingga menemukan hasilnya.
Kemudian hasil praktek tutorial direkam diupload ke youtube dan dikirimkan linknya ke guru


07.00-08.20 SILAHKAN DICOPY PASTE TUTORIAL YANG KAMU DAPATKAN DARI INTERNET
KE MS WORD KEMUDIAN KIRIM KE EMAIL belumguruhebat@gmail.com
+ PRAKTEKAN TUTORIAL TSB KE MIKROTIK KAMU
Waktu 8.20 : REKAM DENGAN HP KEMUDIAN UPLOAD KE YOUTUBE, linknya kirim ke belumguruhebat@gmail.com atau WA 085640147901



Minggu, 26 November 2017

Setting Point to Point (Mikrotik dan Mikrotik)

Hari ini saya mau bagi belajar saya, dari kemaren saya masih penasaran bagaimana antara mikrotik bisa terhubung melalui wireless tanpa kabel. Sebelumnya sudah belajar tentang Konsep CPE tapi belum membuahkan hasil. Ternyata konsep paling mudah adalah model PONT TO POINT.
Let's chek it out !

Lihat topologi ini :



Wireless Point to Point

1. Hal pertama yang kita lakukan adalah membuka WinBox untuk melakukan konfigurasi di RouterBoard MikroTik.

2. Jika sudah masuk, selanjutnya klik Wireless => Interface => double klik wlan1.



3. Dalam pembuatan wireless terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu; MikroTik minimum Licence Level 3. Jika memiliki License ini, maka kita dapat membuat wireless dengan perangkat MikroTik.

– Mode Bridge, sebagai pemancar. RB1.

4. Setelah double klik wlan1, kemudian klik Wireless untuk mengatur Mode, Band, Frequency, dan SSID. Jika sudah, klik Apply lalu OK.



5. Klik ceklist untuk menghidupkan Access Point.


6. Selanjutnya tambahkan IP untuk wlan1 dan juga client. Klik IP => Address => klik +, untuk menambahkan IP.




– Mode Station, sebagai penerima.

7. Sekarang konfigurasi RB2 sebagai Station. Caranya sama, masuk ke WinBox lalu klik Wireless => Interface => double klik wlan1 => Klik Wireless.

Atur Mode, Band, Frequency, dan SSID. Klik Apply.
Untuk Station, jika Frequency telah sama dengan Access Point (Bridge), maka SSID akan mengikuti AP.


8. Selanjutnya berikan IP pada wlan1 dan client. IP wlan1 RB2, buat menjadi satu network dengan wlan1 pada RB1 dan untuk IP client, dapat dibuat berbeda. Klik IP => Address => Klik +.

9. Kemudian kembali ke Wireless lalu klik Scan… dan akan muncul seluruh WiFi yang aktif. Klik WiFi yang ingin disambungkan, lalu klik connect. (Saya memancarkan WiFi: Central Pemancar).



Atau dapat double klik pada WiFi yang ingin disambungkan, dan klik Connect.


10. Selanjutnya lihat pada Wireles Tables. Klik Registration => Klik WiFi yang terdaftar => Klik Signal. Klik Tools Ping untuk membuktikan bahwa Wireless dapat digunakan.

Keterangan:
- Tx/Rx Signal Strength dan Tx/Rx Signal Strength Ch adalah Signal yang dikirim dan diterima oleh antena.
- Tx/Rx CCQ, Client Connection Quality yaitu nilai yang menyatakan seberapafektifkah kapasitas bandwidth yang dapat digunakan.


RB2 dengan Interface wlan1 dengan IP 50.50.50.2 dapat melakukan Ping ke RB1 dengan IP 50.50.50.1.


11. Kembali ke RB1, lihat juga pada Wireless Tables, klik Registration => Klik WiFi yang terdaftar => Klik Signal. Kemudian klik Ping untuk memastikan terhubung.



Kesimpulan

Pembuatan Wireless menggunakan perangkat MikroTik harus memiliki Licence Level 3, penggunaan wireless ini dimaksudkan untuk menghemat biaya pembelian kabel, dengan adanya teknologi wireless kita dapat membagikan jaringan melewati udara yang berupa sinyal. Wireless yang dibuat diatas adalah Wireless Point to Point, dimana pemancar hanya dapat diakses oleh satu client saja.

Sabtu, 25 November 2017

Menu Quick Set, Menu Utama Termudah dan Termanjakan pada Mikrotik

Mikrotik terbaru yang kita gunakan sangatlah mudah karena kita sudah diberikan menu-menu yang sangat memanjakan pengguna.
Dengan sedikit belajar konsep jaringan insyaallah kamu akan mudah memahami bagaimana cara komputer bisa saling terhubung. Ini sedikit tutorial awalan tentang quick set tetapi menjadi konsep hampir penuh tentang mikrotik.
Selamat Belajar ....
============

Pada Mikrotik RouterOS versi 5.15 telah diperkenalkan menu baru yaitu Quick Set. Sesuai namanya Quickset ini bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi Router secara lebih cepat. Jika biasanya dalam melakukan setting Mikrotik kita perlu mengakses banyak menu, dengan Quickset kita tidak perlu melakukan itu.

Pengaturan standard yang diperlukan untuk terkoneksi ke internet dan untuk distribusi LAN sudah tersedia pada Quickset. Menu Quickset hanya terdapat pada Routerboard yang memiliki interface wireless, baik yg bisa berfungsi sebagai AP (Lisensi Level 4) atau CPE (Lisensi Level 3), Anda bisa mengakses Quickset pada menu paling atas ketika anda remote router via winbox ataupun webfig.


Tampilan Quick Set pada Winbox

Quick Set Untuk Wireless Station (CPE)
Contoh kasus, kita akan konfigurasi wireless router Mikrotik agar bisa terkoneksi ke internet melalui sebuah AP.
Konfigurasi AP yang sudah ada sebagai berikut:
SSID=quickset
Band= 5GHz-A
Frequency=5180MHz
Tanpa Wireless Security
IP Address 10.10.20.1/24 dengan DHCP Server aktif
Pada contoh ini menggunakan RouterBoard SXT-5HPnD dengan asumsi kondisi lapangan ideal untuk membangun wireless link. Ada beberapa parameter yang perlu kita konfigurasi pada Quickset, sama ketika kita menggunakan cara setting biasa.

Pertama, kita lakukan setting agar wireless berfungsi sebagai station (CPE).
By default ketika kita akses, Quickset memfungsikan wireless sebagai CPE dan otomatis melakukan scaning AP yang berada dalam jangkauan. Dengan begitu, kita tidak perlu mengubah mode wireless, tinggal kita koneksikan ke AP yang kita maksud. Jika pada sisi AP mengaktifkan wireless security (WPA/WPA2), maka disamping tombol Connect otomatis muncul kotak isian WPA Password.


Selanjutnya, konfigurasikan router agar bekerja pada mode routing , set sub menu Configuration Mode=Router. Jika Configuration Mode=Bridge, maka router akan berfungsi untuk Bridging network. Router akan membuat bridge untuk WLAN dan Ether1.


Langkah ketiga set WLAN address acquisition=DHCP agar Router bisa mendapatkan informasi IP Address otomatis dari AP (DHCP server).
Ada 3 pilihan pada address acquisition yaitu DHCP,PPPoE dan Static. Bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika anda berlangganan provider yang proses koneksi menggunakan dial-up bisa gunakan pilihan ke dua yaitu PPPoE.
Anda juga bisa menggunakan pilihan ke 3 yaitu Static, dengan cara assign WAN IP Address, IP Gateway dan IP DNS Servers secara manual.

Langkah selanjutnya lakukan konfigurasi untuk distribusi ke arah jaringan lokal. Tentukan IP untuk jaringan lokal/LAN pada parameter LAN IP Address, contoh 192.168.88.1/24. Karena kita set wireless sebagai CPE, maka LAN IP address ini akan terpasang pada interface ether1.

Kita juga bisa melakukan setting agar client pada jaringan lokal mendapatkan IP secara otomatis dari Router dengan DHCP. Aktifkan DHCP server pada interface lokal (ether1) dg mencentang parameter DHCP server. Lalu, tentukan range IP yang akan dipinjamkan secara otomatis ke Client pada parameter DHCP Server Range.

Terakhir aktifkan NAT dengan mencentang parameter NAT, maka Quickset akan menambahkan rule src-nat masquerade pada /ip firewall nat.

Quick Set Untuk Wireless Akses Point (AP)
Selain digunakan untuk setting wireless station (CPE), dengan Quickset kita juga bisa lakukan setting wireless AP. Untuk mode AP terdapat beberapa sub menu untuk melakukan konfigurasi yang hampir sama pada mode=CPE sebelumnya.

Contoh kasus, kita akan membuat sebuah AP untuk melakukan distribusi akses internet melalui wireless.
Misalnya kita set AP dengan pengaturan sebagai berikut :
SSID=apTest
Band= 2GHz-B/G
Frequency=2412MHz
LAN IP Address 10.20.20.1/24, aktifkan DHCP Server
Pertama, lakukan setting untuk AP standard (Mode,SSID,Band dan Frekuensi). Bisa juga anda nanti tambahkan wireless security.



Untuk menerapkan wireless security, pilih Security dan Encryption yg akan digunakan, kemudian tentukan PreSharedKey pada kotak isian.

Jika anda ingin menerapkan fungsi AccesList, anda bisa centang parameter Use ACL di bawah informasi MAC-Address. ACL kepanjangan dari Access List, dimana ACL ini merupakan metode untuk manajemen wireless client yang terhubung ke AP kita.

Kita bisa melihat client-client yang sudah terkoneksi pada sub menu Wireless Client. Jika anda menginginkan salah satu client yg terhubung masuk ke dalam Access List (ACL), klik tombol Copy to ACL di bawah nya.

Berikutnya, kita set router agar bekerja secara Routing dengan memlih mode Router pada Configuration Mode. Pada implementasi di lapangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Fungsi nya sama seperti pada saat setting CPE.


Atur juga WAN dan LAN IP Address. Ada perbedaan antara mode CPE dan AP pada parameter ini. Ketika kita melakukan setting untuk mode CPE, yang dimaksud dari WAN port adalah wlan1 sedangkan LAN port adalah ether1. Pada mode AP ini kebalikan nya, WAN port = ether1 sedangkan LAN = wlan1. Sehingga untuk pengaturan di atas, IP Address:192.168.5.215/24 akan terpasang pada ether1 dan IP Address:10.20.20.1/24 terpasang pada wlan Router.

Cukup mudah dan cepat bukan.? Quickset ini sangat cocok digunakan ketika kita melakukan setting untuk RB yang hanya mempunyai 1 interface wlan dan 1 ethernet. Contoh : SXT series, Groove series, Metal series,dsb.

Hanya dengan mengakses satu menu Quickset, setting standart wireless Router sudah bisa dilakukan.